Di air terjun inilah mendiang Putri Diana sempat berendam sembari menikmati kesejukan dan keasrian hutan Pulau Moyo. Warga setempat pun menjulukinya dengan sebutan Queen Waterfall. Air Terjun Mata Jitu memiliki tujuh kolam yang saling berundak. Bentuknya yang unik ini seolah menggambarkan air terjun yang ada dalam cerita peri negeri dongeng.
Wisata ke Pulau Moyo memang paling tepat jika dilakukan pada musim kemarau, sepanjang bulan Mei hingga Agustus. Selain karena ombaknya yang lebih tenang, kamu juga bisa bersantai di atas gundukan karang dan pasir putih unik bernama Takat Sagele.
Dengan garis pantai yang panjang, Pulau Moyo memiliki banyak pantai yang keindahannya tidak kalah dengan yang ada di Lombok dan Bali. Hampir semuanya memiliki keindahan alam bawah laut yang mempesona. Salah satunya adalah Pantai Tanjung Pasir.
Dari Pantai Tanjung Pasir kamu bisa melipir ke Pantai Raja Sua. Jaraknya hanya 20 menit dengan perahu motor. Pantai ini memang tidak terlalu banyak memiliki pasir putih. Area pantainya didominasi oleh hutan dengan padang rumput dan pepohonan tinggi. Namun, jangan salah. Kejernihan airnya bak cermin yang memancarkan keindahan biota laut di bawahnya.
Pantai Poto Jarum memiliki ciri khas dibanding dengan pantai lain di Pulau Moyo. Apalagi kalau bukan karena bebatuan besar yang mudah kamu temui di area bibir pantainya. Pantai ini merupakan salah satu kawasan yang dilindungi sehingga kamu tidak akan menemukan bangunan di sekitarnya.
Pantai lainnya di Pulau Moyo yang bisa kamu kunjungi adalah Pantai Brang Sedo. Di pantai ini kamu bisa menikmati keindahan alam bawah lautnya yang mengagumkan sekaligus bersantai di area pantainya yang cantik. Untuk kamu para backpacker bisa pula mendirikan tenda di sini untuk bermalam. Menikmati langit malam Pulau Moyo tentunya akan jadi pengalaman berkesan seumur hidupmu